KEBAHAGIAAN PADA MASYARAKAT GAYO DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN

Dahlia Dahlia, Nur Afni Safarina, Safuwan Safuwan

Abstract


Kebahagiaan dapat menggambarkan kesenangan dan ketenteraman hidup lahir dan batin dari seseorang. Kebahagiaan juga berarti suatu pengalaman perasaan positif berupa perasaan senang, damai, rasa sejahtera, kepuasan hidup serta tidak adanya perasan tertekan ataupun menderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan masyarakat Gayo Lues ditinjau dari tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif terhadap 100 orang Gayo Lues. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Skala Kebahagiaan (α=0.911). Analisis data menggunakan One Way Anova (p=0.008) menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi tingkat kebahagiaan. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat yang berpendidikan tinggi lebih merasakan kebahagiaan dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan menempuh pendidikan tinggi, akan berkontribusi pada rasa bahagia dan memungkinkan pencapaian kualitas hidup.

Keywords


kebahagiaan; tingkat pendidikan; Gayo Lues

Full Text:

PDF

References


Argyle, M. (2001). The Psychology of Happiness.: Taylor & Francis Group.

Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar.

Blanchflower, D. G., & Oswald, A. J. (2004). Well-being over time in Britain and the USA. Journal of Public Economics, 88(7-8), 1359–1386.

Clark, A. E., & Oswald, A. J. (1996). Satisfaction and comparison income. Journal of Public Economics, 61(3), 359–381.

Departemen Pendidikan Nasional, (2003). Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Diener, E., Suh, E. M., Lucas, R. E., & Smith, H. L. (1999). Subjective well-being: Three decades of progress. Psychological Bulletin,125. 276–302. https://doi.org/10.1037/0033- 2909.125.2.276

Easterlin, R. A. (2001). Income and Happiness: Towards a Unified Theory. The Economic Journal, 111(473), 465–484.

Ferrer-I-Carbonell, A. (2005). Income and well-being: an empirical analysis of the comparison income effect. Journal of Public Economics, 89(5-6), 997–1019.

FIRMANSYAH, M. R. (2017). Pengaruh Tingkat Pendapatan, Pendidikan, Kesehatan Terhadap Tingkat Kebahagiaan Masyarakat Asia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 6(1).

Frey, B., & Stutzer, A. (2002). What Can Economists Learn from Happiness Research? Journal of Economic Literature, 40(2), 402–435.

Hasibuan, J.E & Muda, I. (2017). Komunikasi Antar Budaya pada Suku Gayo dengan Suku Jawa Intercultural Communication at The Gayo Ethnic and Javanese Ethnic, Jurnal Simbolika, 3 (2), 106-113.

Helliwell, J. F. (2003). Hows life? Combining individual and national variables to explain subjective well-being. Economic Modelling, 20(2), 331–360.

Kusuma, A. W, Pali, C. & David, L. (2015). Perbedaan Kebahagian pada Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera Di Desa Mopuya Utara Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal e-Biomedik (eBm), 3 (2).

Lestiani, I. (2016). Hubungan Penerimaan Diri dan Kebahagiaan Pada Karyawan, Jurnal Ilmiah Psikologi, 9 (2).

Patnani, M. (2012). Kebahagiaan pada perempuan. Jurnal Psikogenesis, 1(1), 56–64.

Rahayu, T. P. (2016). Determinan Kebahagiaan Di Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Bisnis,19 (1), 149-170.

Rahayu, T. P. (2016). Determinan kebahagiaan di indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 19(1), 149-170.

Rahmawati, N. (2019). Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap

Kebahagiaan Subjektif Individu (Studi Kasus di Indonesia Tahun 2014).

Saputri, W. R., & Pierewan, A. C. (2018). ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA KELUARGA INDONESIA. ESocietas, 7(5).

Seligman, M.E.P. (2005). Authentic happiness :Menciptakan kebahagiaan dengan psikologi positif. Alih bahasa: Eva Yulia. Nukman. PT MizanPustaka.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sungkar, S., Winita, R; Kurniawan R. (2010). Pengaruh Penyuluhan Terdapat Tingkat Pengetahuan Masyarakat dan Kepadatan Aedes aegypti di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten. Makara, Kesehatan, 14(2), 81-85.

Supriyanto, W. & Iswandiri, R. (2017). Kecenderungan sivitas akademika dalam memilih sumber referensi untuk penyusunan karya tulis ilmiah di perguruan tinggi. Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 13 (1), 79-86.

Veenhoven, R. (2005). How long and happy people live in modern society. Journal European Psychologist. 10, 330-343

Veenhoven, R. (2010). Capability and happiness: Conceptual difference and reality links. The Journal of Socio-Economics, 39(3), 344–350

Wijayanti, H. & Nurwianti, F. (2010). Kekuatan karakter dan kebahagiaan pada suku Jawa. Jurnal Psikologi, 3 (2).




DOI: https://doi.org/10.24815/s-jpu.v5i1.25573

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah

Lisensi Creative Commons

Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah published by Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 Internasional. Based on a work at http://jurnal.usk.ac.id/seurune.