REHABILITASI RONGGA MULUT PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL

Ulfa Yasmin, Eriska Riyanti

Abstract


Disabilitas intelektual atau yang sebelumnya disebut dengan retardasi mental merupakan suatu
gangguan cacat umum adaptif dan fungsi intelektual yang berhubungan dengan onset usia
perkembangan seharusnya. Prevalensi disabilitas intelektual pada anak-anak di bawah umur 18 tahun
di negara maju diperkirakan mencapai 0,5-2,5% sedangkan di negara berkembang berkisar 4,6%.
Laporan kasus ini memaparkan seorang anak perempuan usia 12 tahun yang menderita disabilitas
intelektual dengan keadaan kebersihan mulut yang sangat buruk. Pemeriksaan intra oral menunjukkan
banyaknya gigi persistensi, nekrosis gigi molar pertama permanen kiri rahang bawah disertai kista
radikalis, serta gingivitis marginalis kronis rahang atas dan bawah. Pasien selalu mengeluarkan air liur
(drooling) secara berlebihan sehingga selalu membuat baju serta barang disekitarnya menjadi basah.
Pasien mendapatkan perawatan dibawah anestesi umum dikarenakan banyaknya tindakan pencabutan
yang harus dilakukan dan pasien tidak dapat mengikuti instruksi dokter gigi. Edukasi diberikan
kepada pasien dan orangtua mengenai cara pemeliharaan rongga mulut dan latihan myofungsional
untuk mengurangi drooling yang terjadi. Kerjasama dokter gigi, orangtua dan pasien sangat penting
dalam perawatan anak disabilitas intelektual dengan tujuan menjaga kebersihan rongga mulut anak.
Kata Kunci : Rehabilitasi, disabilitas intelektual, anastesi umum, drooling.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24815/cdj.v11i1.13627

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Cakradonya Dental Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

VISITORS

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.