HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENYIKAT GIGI DENGAN TINGKAT KEMATANGAN PLAK GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Mutiara Rina Rahmawati Ruslan, Putri Arika Jayanti

Abstract


Menyikat gigi merupakan upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies gigi. Usia sekolah dasar adalah waktu yang tepat untuk melatih dan mengajar dan menerapkan cara dan kebiasaan yang tepat dalam menyikat gigi. Perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi akan berpengaruh pada terjadinya akumulasi plak pada gigi. Akumulasi plak pada gigi yang melekat lama karena tidak segera dibersihkan akan meningkatkan kematangan plak yang berpotensi untuk terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, jumlah sampel 83 anak yang ditentukan secara purposive sampling. Pengisian kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap dan tindakan serta kebiasaan menyikat gigi dan Tri Plaque ID Gel untuk mengukur tingkat kematangan plak gigi. Uji Spearman di peroleh p=0,000 (p<0,05) dan r=-0,632, hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Perilaku, cara dan kebiasaan menyikat gigi yang baik maka tingkat kematangan plak giginya akan menurun.
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan
tingkat kematangan plak gigi.

Keywords


Perilaku; menyikat gigi; plak gigi; tingkat kematangan plak

Full Text:

PDF

References


Fatimatuzzahro N, Prasetya RC, dan Amilia W. Gambaran Perilaku Kesehatan Gigi Anak Sekolah Dasar di Desa Bangsalsari

Kabupaten Jember. Jurnal IKESMA. 2016. 12(2).

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Laporan Nasional. 2013. 110–119.

Reddy K, Reddy S, Ravindhar P, Balaji K, Reddy H, and Reddy A. Prevalence of Dental Caries among 6-12 Years School Children of Mahbubnagar District, Telangana State, India: A Cross-sectional Study. Indian Journal of Dental Sciences. 2017; 1-4 https://doi.org/10.4103/0976-4003.201641

Angela A. Pencegahan Primer pada Anak yang Berisiko Karies Tinggi. Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.). 2005; 38(3): 130–134.

Anitasari S, Rahayu NE. Hubungan Frekuensi Menyikat Gigi dengan Tingkat Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa SDN di Kecamatan Palaran Kotamadya Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Dental Journal. 2005. 38(2): 88-90.

Jayanthi M, Shilpapriya M, and Vijayakumar P. Efficacy of Three-Tone Disclosing Agent as an Adjunct in Caries Risk Assessment. Contemporary Clinical Dentistry. 2015. 6(3): 358-363.

Tugeman H, Rahman NA, Yusoff A, and Daud MK. Oral Health Knowledge, Practice, and Dental Plaque Maturity Status of

Hearing-Impaired Children. Sains Malaysiana. 2016. 761-768.

Laurence J. Walsh. GC Tri Plaque ID Gel. 2011. Diunduh dari: http://www.gcamerica.com/products/preventive/gc_tri_plaque_id/gc_triplaque_id_gel_sellsheet.pdf tanggal 24 Agustus 2018.

Miftakhun NF, Sunarjo L, Mardiati E. Faktor Eksternal Penyebab Terjadinya Karies Gigi pada Anak Pra Sekolah di PAUD Strowberry RW 03 Kelurahan Bangetayu Wetan Kota Semarang tahun 2016. Jurnal Kesehatan Gigi. 2016. 3(2): 27-34.

Pay MN, Widiati S, Sriyono NW. Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Anak dalam Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut: Studi pada Pusat Pengembangan Anak Agape Sikumana Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Maj Ked Gi Ind. 2016. 2(1): 27 – 34.

Budiharto. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC; 2015: 1-3.

Hestieyonini H. Perilaku Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Santri Pondok Pesantren Al-Azhar Jember. Jurnal Kedokteran Gigi Unej. 2013. 10: 17-20.

Ahameed S et al. Evaluation of the Oral Health Knowledge, Attitude and Behaviour of the Preclinical and Clinical Dental

Students. Journal of International Oral Health. 2015. 7(6): 65-70.

Newman M, Takei H, Klokkevold P, and Carranza F. Carranza’s Clinical Periodontology, 11st ed. Elsevier; 2012: 455 - 456.

Eley BM, Soory M, Manson JD.Periodontics, 6th ed. New York: Elsevier; 2010: 153.

McRae Dental Associates. How to Brush our Teeth. 2018. Diunduh dari: http://www.mcraedentalassociates.com/patient-education/brush-teeth/14 Maret 2018.

Budisuari MA, Oktarina O, dan Mikrajab MA. Hubungan Pola Makan dan Kebiasaan Menyikat Gigi dengan Kesehatan Gigi dan

Mulut (Karies) di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. 2010. 13(1): 130-138.

Gopdianto R, Rattu AJM, dan Mariati NW. Status Kebersihan Mulut dan Perilaku Menyikat Gigi Anak SD Negeri 1 Malalayang. Jurnal e-Gigi (eG). 2015. 3(1): 624 – 632.

Hastuti S, Andriyani A. Perbedaan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi pada Anak di SD Negeri 2 Sambi Kecamatan Samba Kabupaten Boyolali. GASTER. 2010. 7(2): 625.

Murray JJ, Nunn JH, and Steele JG. The Prevention of Oral Disease, 4 th ed. United States: Oxford University Press; 2003: 153.

Onisei D, Onisei D, Feier I, Rusu D, and Stratul S. The Biofilm: Formation and Removal. TMJ; 2008: 111 – 117.

Manson JD, Eley BM. Buku Ajar Periodonti. Dalam: Anastasya (Penerjemah). Jakarta: Hipokrates; 1993: 23-25.

Chetrus V, Ion IR. Dental Plaque – Classification, Formation, and Identification. International Journal of Medical Dentistry.

; 3: 139 – 143.

Mount J, Hume R. W. Preservation and Restoration of Tooth Structure, 2nd ed. Queensland: Knowledge Books and Software; 2005. 22-25.

Sirat N. M. Makanan Lunak Membahayakan Kesehatan Gigi. Jurnal Kesehatan Gigi. 2013. 1(2): 132 – 137.

Penda PAC, Kaligis SHM, dan Juliatri. Perbedaan Indeks Plak Sebelum dan Sesudah Pengunyahan Buah Apel. Jurnal e- GIGI (eG). 2015. 3: 381.

Marya CM. A Textbook of Public Health dentistry. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers (P) LTD; 2011: 190-191.

Novita CF, Andriany P, dan Helmi RD. Gambaran Kepatuhan Mahasiswa Klinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala dalam Hal Pemisahan Limbah Medis dan Non-Medis. Journal of Syiah Kuala Dentistry Society. 2017. 2(1): 26-32.

Vaus D.A. Survey in Social Research, 5th ed. New South Wales: Allen and Unwin; 2002: 259.

Nasrullah M, Suwandi T. Hubungan antara Knowledge, Attitude, Practice Safe Behavior Pekerja dalam Upaya untuk Menegakkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jurnal Universitas Airlangga. 2014. 2(1): 83.

Harahap RA. Pengaruh Faktor Predisposing, Enabling dan Reinforcing terhadap Pemberian Imunisasi Hepatitis B pada Bayi di Puskesmas Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Jumantik. 2016. 1 (1): 89.

Sari EK, Ulfiana E, Dian P. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gosok Gigi dengan Metode Permainan Simulasi Ular Tangga terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap, dan Aplikasi Tindakan Gosok Gigi Anak Usia Sekolah Di SD Wilayah Paron Ngawi. Jurnal Universitas Airlangga. 2012.2




DOI: https://doi.org/10.24815/cdj.v14i1.27294

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Cakradonya Dental Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

VISITORS

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.