HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN TINGKAT KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI BERSADASARKAN DENTAL AESTHETIC INDEX

Didin Kustantiningtyastuti, Fadil Oenzil, Muthia Lathiva

Abstract


Penilaian tingkat kebutuhan perawatan ortodonti secara subjektif didasarkan oleh persepsi. Indeks perawatan ortodonti dibuat untuk meminimalkan subjektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti serta hubungan persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Penelitian cross sectional dengan subjek penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas umur 18-21 tahun berjumlah 28 orang yang dipilih berdasarkan teknik Purposive Sampling. Kebutuhan perawatan ortodonti dinilai dengan pemeriksaan model studi menggunakan Dental Aesthetic Index dan persepsi kebutuhan dinilai menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas (Pearson Product Moment). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yang
memiliki persepsi baik 20 orang (71,4%) dan persepsi tidak baik 8 orang (28,6%). Hasil untuk tingkat kebutuhan perawatan ortodonti didapatkan 16 orang (57,1%) tidak/sedikit membutuhkan perawatan, 7 orang (25%) perawatan elektif, 3 orang (10,7%) sangat membutuhkan perawatan dan 2 orang (7,1%) wajib mendapatkan perawatan. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index dengan koefisien korelasi sebesar 0,446. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental
Aesthetic Index.


Keywords


dental aesthetic index; persepsi; tingkat kebutuhan perawatan ortodonti

Full Text:

PDF

References


Laguhi VA, Anindita PS, Gunawan PN. Gambaran Maloklusi Dengan Menggunakan HMAR Pada Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal e-GiGi. 2014; 2.

World Health Organization. Standardization of reporting of dental diseases and conditions. Geneva: WHO; 1962; 242: 17-8.

Wijayanti P, Krisawati, Ismah N. Gambaran Maloklusi dan Kebutuhan Perawatan Orthodontic pada Anak Usia 911 tahun (studi pendahuluan di SD Taufiq, Cempaka putih, Jakarta). Jurnal PDGI. 2014; (1): 25-9.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Nasional 2013. Jakarta. 2013: 111−2.

Oley AB, Anindita PS, Leman MA. Kebutuhan Perawatan Orthodonti Berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need pada Usia Remaja 15-17 tahun. Jurnal e-GiGi. 2015; 2: 292-7.

Foster TD. 1997. Buku Ajar Orthodonsi.3th ed. Yuwono L, Translator. Jakarta: Buku kedokteran EGC; 2000: 110-3, 14267.

Salzman JA. Handicapping malocclusion: assessment to establish treatment priority index. Am J Orthod. 1968; 57: 749-65

Hansu C, Anindita PS, Mariati NW.

Kebutuhan Perawatan Orthodonsi Berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need di SMP Katolik Theodorus Kotamobagu. Jurnal e-GiGi. 2013; (2): 99-104.

Petry NM. A comparison of uoung, middle-aged and older adult treatment seeking pathological gamblers. Gerontologist. 2002; 41 : 92-9.

Ohmine R. A Study of Malocclusion Using Dental Aesthetic Index in a Balinese, Indonesia. Kyushu Dental Society. 1996: 853-63.

Azman, AAM. Gambaran Keparahan Maloklusi Etnik Melayu di Johor Baru, Malaysia Menggunakan Dental Aesthetic Index. Orthodontic Dental Journal. 2010; 1.

Loblobly M, Anindita PS, Leman MA. Gambaran Maloklusi Berdasarkan Indeks Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR) Pada Siswa SMA N 9 Manado. Jurnal e-GiGi. 2015; (2): 625-33.

Dewi O. Hubungan Maloklusi Dengan Kualitas Hidup Remaja di Kota Medan. Dentika jurnal. 2009; 14: 115-9.

Borzabadi-Farahani A. An overview of selected orthodontic treatment need indices. Principal in Contemporary Orthodontic. 2011: 222-3.

Van Kirk LE, Pennel EH. Assessment of malocclusion in population groups. Am J Public Health. 1959; 49: 1157-63

Dilistiani M. Hubungan Tingkat Kebutuhan Perawatan Ortodonti dan Persepsi Kebutuhan Perawatan Ortodonti Siswa SMP N 1 . Skripsi. Yogyakarta. Repository: Universitas Gajah Mada. 2016

Badrana SA, Sabrahb AH, Hadidic SA, Khateebd SA. Effect of socioeconomic status on normative and perceived orthodontic treatment need. Angle Orthod. 2014; 84: 558-92.

Lameshow S, David WH. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan ( terjemahan). Yogyakarta: Gadjahmada University Press; 1997.

Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Ed ke- 5. Jakarta: Sagung seto; 2014; 342-5.

Paula DF, Junior, Santos NCM, Silva ET, Nunes MF, Leles CR. Psychosocial impact of dental esthetics on quality of life in adolescents. Angle Orthod. 2009; 79: 1188-92.

Liua Z, Grathb MC, Haggc U. The impact of malocclusion/orthodontic treatment need on the quality of life. Angle Orthod. 2009; 79: 585-90.

Rappaport TG, Shalish MH, Gazit E. Psychosocial reward of orthodontic treatment in adult patients. Eur J Orthod. 2010; 32: 444-6.

Spalj S, Slaj M, Varga S, Strujic M, Slaj M. Perception of orthodontic treatment need in children and adolescents. Eur J Orthod. 2009; 32:387-94.




DOI: https://doi.org/10.24815/cdj.v14i1.27304

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Cakradonya Dental Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

VISITORS

 

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.