Feasibility Study of Financial Economic on Combination Goat Farming and Cacao Farm By Farmers

S Rusdiana, R. Hutasoit

Abstract


The research was conducted in Sumber Harapan Village, Tinggi Raja District, Asahan Regency, North Sumatra Province, in 2016, using field survey methods, questionnaires and interviews. Secondary data was obtained from the local Livestock Service Office, primary data sourced from respondents by purposive random sampling, as many as 15 of goat farmer in scale of 3-5 heads / farmers and 10 cocoa farmers. Each farmer has a land area of around 1000 m2 and has 100 cocoa trees, producing around 5.7 to 6.5 kg/tree/ week. Data were analyzed descriptively, quantitatively and economic feasibility analysis of B/C ratio. The purpose of this study was to analyze the economic feasibility of goat and cocoa farming businesses. The results showed that, almost all of the land belonged by farmers. The farmer business continue to run well, the worker of the goats business and cocoa is quite different. For the goats business as much as 160.56 days/year and for cocoa businesses 262.28 days/year. The profit of goat as much 5.392.060 IDR/year B/C 1.8. The capital of expenditure was 1.714.200 IDR/year. So that the profits obtained 3.677.860 IDR/year. The advantage of cocoa farmers is 67.507.200 IDR/ year B/C 2.7, The capital of expenditure of 7.2142.00 IDR/year. So that the cocoa profits obtained of 60.293.000 IDR/year. It is concluded that the goat and cacao business can be profitable for farmers. Then the business as financially economically feasible to develop further.


Full Text:

PDF

References


Amik K dan MA. Firmansyah. 2006. Kajian teknologi usahatani jagung dilahan kering Kalimantan Selatan. Balai Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Vol. 8 No.1. Maret 2006.

Adawiyah R, Cut dan Rusdiana S. 2016. Usahatani tanaman pangan dan peternakan dalam analisis ekonomi di petani. Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Universitas Muhamadiyah Purwerejo. Desember 2016 1(2)38-49.

Azis. 2012. Analisis Usaha Tani Kakao dikelola oleh rakyat perkebunan besar negara serta 4.1% perkebunan besar swasta 3.3%. aziz/blogspot/kakao.com. senin 28 Mei 2012 di akses tanggal 8 Januari 2014.

Dinas Pertanian. Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Asahan. 2016. Statistik Kabupaten Asahan Dalam Angka sementara. Dinas Penyuluh Pertanian dan Peternakan Kabupaten Asahan. laporan Desember 2016.

Fitra AP, Aron B, Doloksaribu M dan Erwin S. 2009. Buku petunjuk teknis potensi plasma nutfah kambing lokal Indonesia. Loka Penelitian Kambing Potong. Badan Litbang Pertanian Jakarta. 2009. ISBN 978-602-8475-04-4. Hak Cipta@2008. Sei Putih Po. Box I Galang Deli Serdang. hal.1-33.

Ginting PS dan Fera M. 2008. Kambing. boerka: kambing tipe pedaging hasil persilangan Boer X Kacang. Wartazoa. Buletin Ilmu Peternakan Indonesia Vol.18 No.3. 2008. Hal. 115-126.

Husen Hasni. 2005. Evaluasi pemanfaatan sumberdaya lahan di antara kelapa dengan tanaman sela berdasarkan kajian aspek sosial ekonomi dan konservasi. Jurnal Pengkajian dan pengembangan Teknologi pertanian Pusat penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol.8 No.1 Maret 2005 Hal. 111-123.

Ilham Nyak, Hermanto S dan Priyarsono DS. 2008. Efektivitas kebijakan harga pangan terhadap ketahanan pangan. Jurnal Agro Ekonomi. Pusat Analisis Ekonomin dan Kebijakan pertanian JAE. Volume. 24 Nomor 2 Oktober 2008. Penelitian 157-177.

Munir FF, Ardianhar AY, Langsa dan Femmin NF. 2009. Optimalisasi produktivitas tanaman kakao dan kambing melalui perbaikan budidaya secara terintegrasi. Prosiding Lokakarya Nasional-Tanaman Ternak. Puslitbangnak. Semarang 13-14 Nopember 2009. hal. 208-219.

Maharany R. 2012. Lahan perkebunan kakao di dominasi oleh tanah-tanah marginal. prepository/maharany_usu.ac.id./Universitas Sumatera Utara di akses tgl. 26 Juli 2014.

Muryanto dan Djoko P. 2012. Potensi sumberdaya genetik kambing kaligersing sebagai galur ternak lokal Prosiding Seminar Nasional Kemadirian Pangan. Universitas Padjadjaran Bandung bekerjsama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat Bandung Juli 2001. hal. 99-113.

Rusdiana S dan Sutedi E. 2016. Analisis ekonomi usaha tanaman jagung dan ternak kambing Kosata di Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banaten. Buletin Peternakan. Oktober 40(3):228-236.

Rusdiana S dan Hutasoit R. 2014. Pemanfaatan hijauan pakan ternak Brachiaria Ruziziensis dan Stylosanthos Guianenis mendukung usaha ternak kambing di Kabupaten Asahan. Jurnal SEPA. Februari 2014 10(2):247-256.

Syahyuti. 2012. Pengorganisasian secara personal dan gejala individualisasi organisasi sebagai karakter utama pengorganisasian diri petani di Indonesia. Forum Agro Ekonomi Pusat Sosial Ekonomi dan kebijakan Pertanian. Jurnal FAE. Vol. 30 No.2 Desember 2012. hal. 129-145.

Saptana. 2012. Konsep efisiensi usahatani pangan dan implikasinya bagi peningkatan produktivitas. Forum Agro Ekonomi Pusat Sosial Ekonomi dan kebijakan Pertanian. Jurnal FAE. Vol. 30 No.2 Desember 2012. hal. 109.128.




DOI: https://doi.org/10.21157/ijtvbr.v4i1.13807

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 Indexed in: 


Copyright© 2016 | ISSN: 2503-4715 


Published by: 
The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University
In cooperation with: 
Center for Tropical Veterinary Studies of Syiah Kuala University
and Indonesian Veterinary Medical Association (PDHI)

Online Submissions & Guidelines Editorial Policies Contact |  Statistics  


Creative Commons License
IJTVBR
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.