Keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton di perairan ekosistem mangrove Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur
Abstract
Fitoplankton merupakan mikroorganisme yang mempunyai peranan penting di dalam suatu perairan. Kemampuan mereka untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar rantai makanan di ekosistem perairan. Penelitan tentang keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton ini dilakukan di Desa Rantau Panjang pada bulan Oktober 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman, kelimpahan fitoplankton, indeks keseragaman, indeks dominansi serta kelangsungan hidup fitoplankton yang didukung oleh parameter fisika kimia yang ada di Rantau Panjang. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun dalam penelitian ini secara purposive sampling. Sampel diambil menggunakan plankton net yang diambil secara vertikal pada tiga titik stasiun yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis fitoplankton berasal dari lima kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Charophyceae, Coscinodiscosphyceae, Xanthophyceae dengan total delapan spesies fitoplankton. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 620-1180 ind/l dan termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman (H’) fitoplankton berada dalam tingkat jenis keanekaragaman sedang dengan H’ berkisar antara 1,76-2,08. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,84-0,99 dengan keseragaman jenis tinggi. Indeks dominansi (C) berkisar antara 0,14-0,21 dengan kriteria tidak ada fitoplankton yang mendominansi.
Full Text:
PDFReferences
Abida, I. W. 2010. Struktur Komunitas Dan Kelimpahan Fitoplankton Di Perairan Muara Sungai Porong Siduarjo. Jurnal Kelautan. 3(1) : 36-40.
Adie Wijaya Putra. Zahidah. Walim, L. 2012. Struktur Komunitas Plankton Di Sungai Citarum Hulu Jawa Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan,3(4) : 313-325.
Aidil, M. Sarong, A. Purnawan, S. 2016. Tingkat Kesamaan Plankton pada Ekosistem Mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah, 1(2) : 203-209.
Amalia, N. S. Sahala Hutabarat, P. S. 2014. Sturktur Komunitas Plankton Pada Padang Lamun Di Pantai Pulau Panjang, Jepara. Dipenegoro Journal Of Maquares. Management Of Aquatic Resource, 3(2) : 82-91.
Anggraini, A. Sudarso. Sukiya. 2016. Kelimpahan dan Tingkat Kesuburan Plankton Sungai Bedog. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, 5(6) : 1-9.
Akmal, Y., Humairani, R., Muliari, M., Hanum, H., & Zulfahmi, I. (2021). Phytoplankton community as bioindicators in aquaculture media Tilapia (Oreochromis niloticus) exposed to detergent and pesticide waste. Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, 5(1), 7-14.
APHA (American Public Health Association). 1989. Standard Method fo the Examiinition of Water and Waste Water. American Public Health
Association. Water Pollution Control Federation. Port City Press. Baltimore, Mariland. Apriyanti, N. S, B. Sulardino, M. Nitisupardjo. 2015. Kajian Tentang Fitoplankton yang Berpotensi sebagai HABs (Harmful Algal Blooms) di Muara Sungai Plumbon Semarang. Dipenegoro Journal of Maquares. 4(3) : 132-138.
Arisyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Bumi Aksara. Jakarta.
Barus, T. A. 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. USU Press, Medan.
Bengen, D. G. 2000. Sinopsis Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Brower, J. E. And J. H. Zar. 1977. Field and Laboratory Methods for Genus Ecology. 2nd Edition. Wm.C. Brown Publisher Dubuque, IA.
Cambell, N. A. & J. B. Reece. 2008. Biologi, Edisi Kedelapan Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.
Faridah Hanum, I., Yuso, F. M., Fitrianto, A., Ainuddin, N. A., Gandaseca, S., Zaiton, S., Harun, N. Z. N. 2019. Development of a comprehensive mangrove quality index ( MQI ) in Matang Mangrove : Assessing mangrove ecosystem health. Ecological Indicators, 102 : 103-117.
Hamzah, F., Tito, C. K., & Pancawati, Y. 2015. Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Stuktur Komunitas Plankton Pada Ekosistem Mangrove Muara Angke. Balai Penelitian dan Observasi Laut, 1 : 79-91.
Hutami, G. H. Muskananfola, M. R. Sulardiono, B. 2017. Analisis Kualitas Perairan Pada Ekosistem Mangrove Berdasarkan Kelimpahan Fitoplankton Dan Nitrat Fosfat Di Desa Bedono Demak. Journal Of Maquares. 6(3) : 239-246.
Kamilah, F., F. Rachmadiarti, N.K. Indah. (2014). Keanekaragaman Plankton yang Toleran terhadap Kondisi Perairan Tercemar di Sumber Air Belerang, Sumber Beceng Sumenep, Madura. Jurnal MIPA. Surabaya. FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Kristanto, P. 2002. Ekologi Industri. Penerbit ANDI. Yogyakarta.
Lantang, Bonny. Pakidi, C. 2015. Identifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi terhadap fitoplankton di perairan Pantai Payum–Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan, 8 : 1-7.
Limining, P. Hendra, S. 2009. Kelimpahan dan Komposisi Fitoplankton di Danau Sentani, Papua. Jurnal Limnotek. 161(2) : 89
Macnae, W. 1968. A General Account Of The Fauna and Flora Of Mangrove Swamps and Forest In The Indo-West-Pasific Region, Adv, Mar. Maresi, S. R. P., Priyanti, P., & Yunita, E. 2016. Fitoplankton sebagai Bioindikator Saprobitas Perairan di Situ Bulakan Kota Tangerang. AL-Kauniyah, 8(2) : 113-122.
Michael, P. 1995. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Universitas Indonesia Press, Jakarta. Nonjti, A. 2008. Plankton Laut. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Press, Jakarta.
Nurcahyani, E. A. Hutabarat, S. Sulardino, B. 2016. Distribusi Dan Kelimpahan Fitoplankton Yang Berpotensi Menyebabkan Habs (Harmful Algal Blooms) Di Muarasungai Banjir Kanal Timur, Semarang. Diponegoro Journal Of Maquares. 5(4) : 275-284.
Odum, EP. 1971. Fundamentals of Ecology. Third Edition. W. B. Saunders Company, Philadelphia, London, Toronto.
Odum, EP. 1993. Dasar–Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Gajah Mada University Press, Jogjakarta.
Pamungkas, Yanu Prasetiyo. 2016. Perbandingan Kelimpahan dan Indeks Biologi Plankton Di Sungai Musi Bagian Hilir. Buletin Teknik Litkayasa Sumberdaya dan Penangkapan. 10(1):1-13.
Pirzan, A. M. Masak, P. R. P. Hubungan Produktivitas Tambak Dengan Keragaman Fitoplankton Di Sulawesi Selatan. Jurnal Riset Akuakultur. 2(2) : 211-220.
Qiptiyah, M., & Halidah, M. A. R. 2008. Struktur Komunitas Plankton di Perairan Mangrove dan Perairan Terbuka di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Alam Dan Konservasi, 5(2) : 137-143.
Ramadani, A.H., A. Wijayanti, S. Hadisusanto. (2012). Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Laguna Glagah Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal MIPA. Yogyakarta. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung. Usman, M. S. Kusen, J. D. Rimper, J. 2013. Struktur Komunitas Plankton Di Perairan Pulau
Bangka Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 2(1) : 51-57. Widiana, R. 2012. Komposisi Fitoplankton yang Terdapat di Perairan Batang Palangki Kabupaten Sijunjung. Jurnal Pelangi. 5(1) : 23-30.
Wijaya, T. S., Hariyati, R., Ekologi, L., Biologi, J., & Undip, F. M. 2011. Struktur Komunitas Fitoplankton sebagai Bio Indikator Kualitas Perairan Danau Rawapening Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Jurnal Anatomi dan Fisiologi, 19(1) : 55-51.
WWF-Indonesia. 2019. Perayaan Para Penjaga Mangrove. www.wwf.or.id. Tanggal akses 13 Januari 2020.
Yuliana, Adiwilaga, E. M., Harris, E., Pratiwi, N. T. M. 2012. Hubungan antara Kelimpahan Fitoplankton dengan Parameter Fisik-Kimiawi Perairan Di Teluk Jakarta. Jurnal Akuatik, 3(2) : 169-179.
Yulianto, D. Muskananfola, M. R. Purnomo, P. W. 2014. Tingkat Produktivitas Primer Dan Kelimpahan Fitoplankton Berdasarkan Waktu Yang Berbeda Di Perairan Pulau Panjang, Jepara. Diponegoro Journal Of Maquares. 3(4) : 195-200.
Refbacks
- There are currently no refbacks.