Pengaruh Padat Tebar Berbeda Pada Polikultur Pendederan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Dan Nila Payau (Oreocrhomis niloticus) Untuk Menekan Perifiton Dan Ektoparasit
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh padat tebar ikan nila yang berbeda pada polikultur pendederan ikan kakap putih (Lates calcarifer) dan nila payau (Oreocrhomis niloticus) untuk menekan perifiton dan ektoparasit. Penelitian ini dilakukan di Balai Perikanan Budiaya Air Payau (BPBAP), Ujung Batee, Aceh Besar. Metode pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 4 ulangan yaitu: perlakuan A: tanpa ikan nila + 10 ekor kakap putih, perlakuan B: 1 ekor ikan nila + 10 ekor kakap putih, perlakuan C: 2 ekor ikan nila + 10 ekor kakap putih, perlakuan D: 4 ekor ikan nila + 10 ekor kakap putih). Wadah yang digunakan berukuran P: 53 cm, L:36 cm dan T: 34 cm dengan volume air saat pemeliharaan 50 liter. Ikan Kakap putih berukuran 0,40 gr dan ikan nila 0,50 gr, Pemberian pakan 5%/hari pada pada pagi dan sore. Sampling pertumbuhan dan pengecekan kualitas air dilakukan setiap minggu. Pengamatan perifiton dan ektoparasit dilakukan diakhir penelitian. Hasil pengamatan perifiton menunjukkan jenis perifiton dominan adalah Chrorella, Naviculla dan Rotifer bdelloid. Kepadatan Perifiton tertinggi adalah A (91,75 ml/m2) dan terendah D (41,5 ml/m2). Intensitas ektoparasit 25%, prevalensi 1 parasit/ekor ikan dan mengalami kenaikan intensitas pada perlakuan D (3 ekor ektoparasit/ Ikan). Parasit yang dijumpai adalah dari jenis cacing monogenea dengan Dominansi 100%. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan padat tebar berbeda pada polikultur pendederan ikan kakap putih (Lates calcarifer) dan nila payau (Oreocrhomis niloticus) untuk menekan perifiton dan ektoparasit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (P>0,05) namun berbeda nyata terhadap nilai kepadatan perifiton dan efesiensi pakan (P<0,05).
Full Text:
PDFReferences
Afrianto dan Liviawaty. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Agus.2013. Budidaya Ikan Nila Salin di Balai Besar Pengembangan Air Payau (BBPBAP) Jepara. Laporan magang. di BBPBAP. Jepara. Jawa Barat
Ameilda, H. Irma Dewiyanti, Chitra Octavina. 2016. Struktur Komunitas Perifiton Pada Makroalga Ulva lactuca Di Perairan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh.Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. Vol. 1, Nomor 3: 337-347.
Amri K dan Khairuman. 2007. Budidaya ikan nila secara intensif. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Arif, 2001. Buletin Budidaya Laut seri 5 & 6. BBL Lampung, Ditjen Perikanan. Lampung.
Ath-thar, M. H. F., dan Gustiano, R. 2010. Performa Ikan Nila Best dalam Media Salinitas. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. 493-499.
Barber, I., L.C. Downey and V.A. Braithwaite. 1998. Parasitism oddity and mechanism of shoal choice. J. Fish. Biol. 53:13651368
Carmelo R.T, Grethe, R.H, Erik, E.S, Karen, A.S, Karl Tangent, Jahn Throndsen, Berit, R.H. 1997. Identifying Marine Phytoplankton. Academic press. San diego. New York.
Chan. W.L., 1982. Management of The Nursery of Seabass Fry in : Report of Training Course on Seabass Spawning and Larval Rearing. SCS/GEN/82/39. South China Sea Fisheries Development and Coordinating Programme, Manila, Philiphina
Cholik, F. 2005. Akuakultur. Masyarakat Perikanan Nusantara. Taman Akuarium Air Tawar. Jakarta. Global Aquaculture Advocade. 5(3): 36-37.
Cole, GA. 1988. Textbook of Limnologi. Third Edition.Waverland Press Inc, New York ISA.
Dara, R.M, Sarjito, Hadiotomo, A.H.C, 2014. Efikasi Perendaman Ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness) Dengan Salinitas Berbeda Dan Pengaruhnya Pada Kelulushidupan Serta Indeks Fagositosis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila. Journal of Aquaculture Management and Technology. Vol. 3, Nomor 4, Halaman 222-229
Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah (DKPD),2010. Petunjuk Teknis Pembenihan dan Pembesaran Ikan Nila. Dinas Kelautan dan Perikanan. Sulawesi Tengah. 2 hlm
Effendie, M.I. 1979. Metoda Biologi Perikanan. Yayasan DewiSri. Bogor.112p.
Effendi, I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
FAO (food and agriculture organization of the united nations). 2006b. States of r Word aquaculture. 2006. FAO Fisheries Technical paper 500. Rome: FOA Fisheries Department
Febry, R. & Lutz, P. 1987. Energy partitioning in fish: The activity related cost of osmoregulation in a Euryhaline cichlid. J. exp. Biol., 128: 63-85.
Fortes RD, Genodepa J (1997) Pond culture: Seabass with tilapia, Aqua culture news, Southeast Asian Fisheries Development Center, 19:4–17
Fran, Syachradjad., S. Arifin, dan J. Akbar., 2011. Pengembangan Budi Daya IkanIkan Rawa di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Laporan Penelitian Kerjasama Fakultas Perikanan Unlam dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Selatan.
Ghufran. H. Kordi K. dan A. B. Tancung. 2010. Pengelolaan Lualitas Air Dalam Budi Daya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta.
Hadie, W., L.E. Hadie, A. Supangat. (1999). Modul Sistem Budidaya Ikan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hadi, M., Agustono dan Y. Cahyoko. 2009. Pemberian tepung limbah udang yang difermentasi dalam ransum pakan buatan terhadap laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup benih ikan nila. Skripsi. Universitas Airlangga.
Hamzah Jawadhira Abdulhusein, Mohamed Fawzy Abdulkarim, Marwa Khaled. 2017. Diagnosis of Parasitic Diseases of Fish Cages (Cyprinus carpio) in the A; Furat River Bridge of Mussayab in Babylon Province. Journal for Veterinary Medical Sciences Vol. 8 (1).
Handayani, E., Desrina, D. Rukmono, dan A. Azizah. 2004. Keragaman Ektoparasit Pada Ikan Hias Air Laut yang Dilalulintaskan Melalui Stasiun Karantina Ikan Nguruh Rai Bali. Makalah Prosiding Seminar Penyakit ikan dan udang IV. Hal 59-64.
Junda, .M, Hijrah, Yusmina Hala. Identifikasi Perifiton Sebagai Penentu Kualitas Air Pada Tambak Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Bionature, Vol. 14, Nomor 1, April 2013, hlm.16-24.
Kottelat, Woo P.T.K. 1993. Fish Disease and Disorders: Protozoan and Metazoan Infections. Vol. 1 The University Press. Cambridge 800 hlm.
Michael, T.B, jeroen gerritsen, Blaine, G.S, James, B.S. 1999. Rapid Bioassessment Protocols For Use In Stream And Wadeable Rivers: Peryphiton, Benthic, Macroinvertebrates, And Fish Second Editions. Enviromental protection agency. Hal: 340, US.
Mostafa M., Ruhul A.S, Nani G.D, 2013. Polyculture of seabass with tilapia for the utilization ofbrown fields in the coastal areas of Cox’s Bazar, Bangladesh. International Journal of Fisheries andAquaculture.Institute of Marine Sciences and Fisheries, University of Chittagong, Chittagong-4331, Bangladesh.Vol. 5(6), pp. 104-109
Muchlisin, Z. A., I. Dewiyanti. 2016. Pemanfaatan ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan sebagai sumber prebiotik untuk benih ikan seurukan (Osteochlius vittatus). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(1): 25-34
Petersen EH, Chinh DTM, Diu NT, Phuoc VV, Phuong TH, Dung NV, Dat NK, Giang PT (2011). Bioeconomics of Asian seabass, Latescalcarifer, culture in Vietnam.
Philipose, K. K., S. R. Krupesha Sharma, N. Sadhu, N. G. Vaidya And G. Syda Rao. (2010). Some Aspects Of Nursery Rearing Of The Asian Seabass (Lates calcarifer, Bloch) In Indoor Cement Tanks. Indian J. Fish. 57, 61- 64
Prihaningrum, A., Aditya, T. W., Saputra, Y. (2015) Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcalifer, Bloch) Di Karamba Jaring Apung. Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, Lampung. 66 hlm.
Priyono, A., Selamet, B., Aslianti, T., Setiadharma, T., Setyadi, I., Permana, I.G.N., and Setiawibawa, G. 2013. Pembesaran Ikan Kakap Putih, Seabass (Lates calcarifer) di Tambak Dengan Pemberian Pakan Pelet Kandungan Protein berbeda untuk Calon Induk Melalui Sistem Pertumbuhan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Bali. Konferensi Akuakultur Indonesia, 245-251 pp.
Rasyid R.M dan Enggar P., 2016.Aspek Reproduksi Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Block) di Perairan Terusan Dalam Kawasan Taman Nasional Sembilang Pesisir Kabupaten Banyuasin. Jurnal Penelitian Sains. Vol. 18 No. 1. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya
Ratin, D.T, Indah Raharjo, Eko Prasetio, 2018. Identifikasi Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) Yang Dilalulintaskan Melalui Skipm Kelas I Pontianak. Jurnal Ruaya. FPIK UNMUH-Pnk, Vol. 6. No .1
Razi, F. (2013). Penanganan Hama dan Penyaki pada Ikan Kakap Putih.Kementrian Perikanan dan Kelautan. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Press, Jakarta.23 hlm.
Rimmer, M. A. and Russell, D. J. 1998. Aspects of the biology and culture of (Lates calcarifer), In: De Silava, S. S. (Ed.), Tropical Mariculture, Academic Press, U.S.A., p: 449-476.
Schipp., Glenn., Jerome Bosmans., and John., H. (2007). Northen Territory Barramundi Farming Handbook. Department of Primary Industri, Fisheries And Mines, Australia. 80 hlm
Sunarto A. 2005. Epidemiologi Penyakit Koi Herpes Virus (KHV) di Indonesia. Pusat Riset Perikanan budidaya. Jakarta.
Sommervile, C. 1998.Parasites of Farmed Fish. In Biology of Farmed Fish ed. K.D. Black dan A.D Pickering. Sheffield Academic Press:146-147
Tarwiyah. (2001). Pembesaran Ikan Kakap Putih (Lates calcalifer) di Keramba Jaring Apung. Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian. Jakarta. 5 hlm
Tesorero LB (1995) Effects of different Seabass-tilapia ratios on fish yield and the efficiency of sea bass as biological control of tilapia young in polyculture. UP Res Digest 2(1):376
Watanabe, S., T, Kaneko dan K, M, Lee. 2008. Functional Morphology of Mitochondrion-Rich Cells in Euryhaline and Stenohaline Teleosts. Departmen of Aquatic Bioscience, 1(1) :1-62.
Weatherley, A.H., & Gill, H.S. 1987. The biology of fish growth. Academic Press, Toronto. Canada, 443 pp.
Weitzel, RL. 1979. Methods and Meansurements of Perifiton Communities: Review. American Socienty for Testing and Materials. Philadelphia. London.
Williams, E.H., Bunkley-williams, L. 1996. Parasites of Offshore Big Game Fishes of Puerto Rico and The Western Atlantic.Journal of Parasitology. 84(2): 382.
Windarto, S. Hastuti, S. Subandiyono, Ristiawan, A.N, Sarjito. 2019. Performa pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcariferbloch, 1790) yang dibudidayakan dalam sistem keramba jaring apung (KJA). Jurnal Sains Akuakultur Tropis. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.3(2019)1:56-60.
WWF Indonesia. 2015. Budidaya Ikan Kakap Putih. WWF-Indonesia.Jakarta selatan.
Yayan, L.N, Nunik Cokrowati, Atis Mukhlis, 2015. Perifiton sebagai pakan alternative benih ikan nila Oreochromis niloticus. Jurnal Perikanan UNRAM. Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Mataram. 7:52-56
Yustiat A., Herawati T., Lili W., Nurhayati A., Rosida, Ibnu Bangkit B.S. 2018. Budididaya Polikultur Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Dengan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Zimmermann S. & New M.B. (2000) Grow-out system-poly-culture abd integrated culture. In: Freshwater Prawn Culture: the faming of Macrobracium roseenbergii (eds M.B. New & W.C., Velenti), pp.187-202. Blackwell Scien, Oxford, UK.
Zonneveld, N., E.A. Huisman dan J.H. Boon. 1991. Prinsip Prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia Pustaka Utama, Anggota IKAPI, Jakarta, hal.72-102.
Refbacks
- There are currently no refbacks.