Page Header

  • Home
  • About
  • Login
  • Register
  • Categories
  • Search
  • Current
  • Archives
Home > Vol 2, No 1 > Meltia
MENU
  • About the Journal
  • Editorial Policies
  • Editorial Team
  • Reviewers
  • Author Guidelines
  • Journal Template
  • Publications Ethic
  • Author Fee
  • Archiving
  • Abstracting/Indexing
  • Screening for Plagiaricm Policy

 
About The Authors

Dina Meltia
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh
Indonesia

Diannita Harahap
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh
Indonesia

Rizki Nanda
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh
Indonesia

Nanda Rizki Purnama
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala
Indonesia

 eISSN: 2797-3735 
(Online - Elektronik)
No URL 
 ISSN: 2964-7681
(Cetak - Cetak)
No URL

Flag Counter

Profil Endoparasit pada Ikan Gabus (Channa striata) Berdasarkan Kondisi Habitat

Dina Meltia, Diannita Harahap, Rizki Nanda, Nanda Rizki Purnama

Abstract

Profil endoparasit pada ikan Gabus (Channa striata) berdasarkan kondisi habitatnya. Infeksi endoparasit berpotensi mengakibatkan ganguan pertumbuhan hingga kematian ikan. Infeksi endoparasit menganggu sistem metabolisme tubuh inang dengan merusak organ pencernaan seperti lambung dan usus. Ikan Gabus juga mengandung Cu, Fe, Ca dan Zn yang bermanfaat mempercepat pembentukan sel baru dalam penyembuhan luka pasca operasi maupun luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi, intensitas, dominansi, hubungan panjang bobot, dan Faktor kondisi ikan gabus berdasarkan kondisi habitatnya. Penelitian ini dilakukan Laboratorium Multifungsi Biologi Uin Ar-raniry. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis endoparasit yang menginfeksi ikan gabus yaitu Pallisentis sp, Anisakis sp dan Camallanus sp. prevalensi endoparasit yang paling tinggi terdapat pada areal selokan senilai 76,67 % (Usually/biasanya) dan prevalensi palig rendah didapatkan pada areal rawa 63, 3 % (Frequently/sangat sering), intensitas paling rendah terdapat pada areal sawah senilai 8,1 (sedang)  dan paling tinggi pada areal rawa senilai 9,32 (sedang). Dominansi endoparasit yang paling banyak ditemukan Anisakis sp dan pallisentis sp mendominansi ke 3 habitat tersebut sedangkan Camallanus Cuma terdapat pada habitat sawah dan selokan saja. Ikan gabus yang terinfeksi cenderung memiliki panjang bobot rata-rata lebih rendah dibandingkan ikan yang sehat. Ikan gabus dengan kisaran panjang 218,5-228,5 dan 258,5-268,5 mm serta berat 146,2-176,2 dan 177,2-207,2 cenderung terhadap infeksi endoparasit dibandingkan ukuran lainnya.

 Full Text:

PDF

References

Amrina Catur s. 2014. Studi identifikasi dan prevalensi cacing endoparasit ikan kuniran

(upeneus sulphureus) ditempat pelelangan ikan (TPI) Brondong Lamongan. Skripsi.

Fakultas perikanan dan kelautan universitas airlangga.

Anggraeni Y. 2014. Identifikasi Dan Prevalensi Cacing Pada Saluran Pencernaan Ikan Kakap

Merah (Lutjanus Sanguineus) Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan

Jawa Timur. Skripsi. Fakultas perikanan dan kelautan universitas airlangga.

Ardianto D. 2015. Buku Pintar Budidaya Ikan Gabus. Yogyakarta : FlashBooks.

Arifudin S dan Nurlita A. 2013. Prevalensi dan Derajat Infeksi Anisakis sp. pada Saluran

Pencernaan Ikan Kerapu Lumpur (Epinephelus Sexfaciatus) di TPI Brondong Lamongan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Asfar, M., Tawali, A. B., & Mahendradatta, M. 2014. Potensi Ikan Gabus (Channa Striata) Sebagai Sumber Makanan Kesehatan-Review. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri II (pp. 150-155).

Asikin, A. N., & Kusumaningrum, I. 2017. Edible portion dan kandungan kimia ikan gabus (Channa striata) hasil budidaya kolam di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 42(3): 158-163.

Dwi AW. 2016. Pemeriksaan Parasit pada Komoditas Perikanan Konsumsi di Balai Karantina Ikan da Pengendalian Mutu. Skripsi. Budidaya Perairan.

Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia April 2022 Vol. 2(1): 1-14

http://jurnal.unsyiah.ac.id/JKPI

ARTIKEL RISET

......................................

Fautama, F. N., Zulfahmi, I., Muliari, M., & Anas, A. A. (2019). Prevalence and Intensity of Ectoparasites on Clarias gariepinus From Aquaculture Pond in Aceh Besar District, Indonesia. Jurnal Biodjati, 4(1): 58-67

Ghassani, S., & Hidayati, D. (2016). Prevalensi dan Intensitas Endoparasit pada Ikan Gabus (Channa striata) dari Budidaya dan Alam. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5(2).

Harmah, Darsiani dan Indah Sari Ar bit. 2018. Prevalensi Endoparasit Pada Lambung dan Usus Ikan Gabus (Channa striata). Jurnal Ilmiah Samudra Akuatik, Vol 2 (2).

Karimah dan Siti. 2018. Jenis Endoparasit Pada Ikan Gabus (Channa Striata) di Desa Seneubok Cina Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Moh,’Ulya Alfarisy. 2014. Pengaruh jenis Kelamin dan Ukuran Terhadap kadar Albumin pada Ikan Gabus (Channa striata). Tugas Akhir. FMIPA Biologi.Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Monalisa, S. S., & Minggawati, I. (2010). Kualitas Air yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis sp.) di Kolam Beton dan Terpal. Journal of Tropical Fisheries, 5(2), 526 – 530.

Muslim dan M. Syaifudin. 2012. Pemeliharaan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Pada Media Budiadaya (Waring) Dalam Rangka Domestikasi. Fakultas Pertanian Universitas Sri Wijaya. Palembang Sumatera Selatan.

Nofyan, E., M. Rasyid Ridho, dan R. Fitri. 2014. Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit dan Endoparasit pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus Linn) di Kolam Budidaya Palembang. Sumatera Selatan. Hal 20-22.

Nurcahyo, W. 2014. Parasit pada ikan. Pers UGM. Yogyakarta.

Ode I. 2014. Ektoparasit pada ikan budidaya diperairan teluk ambon. Jurnal ilmiah agribisnis

dan perikanan (agrikan UMMU-Ternate), Vol 7 (1) : 66-72.

Okgerman, H. 2005. Variasi musiman berat panjang dan faktor kondisi rudd (Scardius

erythrophthalmus L.) di Danau spanca. Jurnal internasional Penelitian Zoologi, 1:6-10. Salam Bahruddin dan Dwi Hidayati. 2017. Prevalensi dan Intesitas Ektoparasit Pada Ikan Gabus ( Channa striata) Dari Tangkapan Alam Dan Budidaya. Jurnal Sains dan Seni

ITS, Vol 6 (1).

Umara Adil, Muttaqie bakri dan M. Hambal. 2014. Identifikasi parasit pada ikan gabus

(Channa striata) di desa Meunasah Manyang Lamlhom Kecamatan Lhoknga, Aceh

Besar. Jurnal Medika Veterinaria, Vol 8 (2).

Zaiyana, N., Sardi, A., Harahap, M. R., Humairani, R., Paujiah, E., Rumondang, R., &

Zulfahmi, I. (2022). Alteration in gills, skin, and fins of snakehead fish (Channa striata) due to ectoparasite infection: a macropathological and histopathological approach. In E3S Web of Conferences (Vol. 339, p. 01001). EDP Sciences.

Zulfahmi, I., Huslina, F., Nanda, R., Nur, F. M., Djuanda, R., Nazlia, S., & Perdana, A. W. (2021). Profile Ectoparasites and Biometric Condition of Snakehead (Channa striata Bloch 1793) Collected from Different Habitats. Depik, 10(3): 284-292.

DOI: https://doi.org/10.24815/jkpi.v2i1.24548

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
User

 

Template

Jurnal Amal Pendidikan

Indexed by

  

 
Supporting Tools

 
Open Journal Systems
Journal Help
Language
Journal Content

Browse
  • By Issue
  • By Author
  • By Title
  • Other Journals
  • Categories
Font Size

Information
  • For Readers
  • For Authors
  • For Librarians
Notifications
  • View
  • Subscribe
Creative Commons License
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.