Page Header

  • Home
  • About
  • Login
  • Register
  • Categories
  • Search
  • Current
  • Archives
Home > Vol 5, No 3 > Fajri
MENU
  • About the Journal
  • Editorial Policies
  • Editorial Team
  • Reviewers
  • Author Guidelines
  • Journal Template
  • Publications Ethic
  • Author Fee
  • Archiving
  • Abstracting/Indexing
  • Screening for Plagiaricm Policy

 
About The Authors

Ilham Fajri

Inda Mardhatillah

Ratna Mutia Aprilla

Teuku Haris Iqbal

Ahmad Fauzan Lubis

Tarmizi Tarmizi

Delvi Mahrani Luthfiansyah

 eISSN: 2797-3735 
(Online - Elektronik)
No URL 
 ISSN: 2964-7681
(Cetak - Cetak)
No URL

Flag Counter

Perbandingan Pendapatan Nelayan Jaring Insang Dengan Alat Tangkap Alternatif Bubu Dalam Upaya Mitigasi Bycatch Hiu dan Pari di Tpi Lhok Keluang, Aceh Jaya

Ilham Fajri, Inda Mardhatillah, Ratna Mutia Aprilla, Teuku Haris Iqbal, Ahmad Fauzan Lubis, Tarmizi Tarmizi, Delvi Mahrani Luthfiansyah

Abstract

Jaring insang merupakan alat tangkap utama nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) Lhok Keluang, namun penggunaannya menimbulkan tangkapan sampingan (bycatch) berupa hiu dan pari yang dilindungi, sehingga berdampak negatif terhadap ekosistem laut dan keberlanjutan ekonomi nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai jual dan masa pakai antara jaring insang dan bubu, serta menilai efektivitas bubu dalam mitigasi bycatch. Penelitian dilakukan pada Oktober – November 2024 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui wawancara dan observasi lapangan. Data yang dikumpulkan dianalisis terhadap komposisi bycatch, nilai jual hasil tangkapan, dan masa pakai alat tangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring insang menghasilkan bycatch hiu dan pari sebesar 56,6 kg, sedangkan bubu tidak menghasilkan bycatch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai jual hasil tangkapan bubu mencapai Rp 15.752.200, lebih tinggi dibandingkan jaring insang sebesar Rp 10.078.800. Dengan demikian pendapatan pengguna bubu tercatat sekitar 56.2% lebih tinggi dibanding pengguna jaring insang. Selain itu, masa pakai bubu mencapai sembilan bulan, sedangkan jaring insang hanya dua minggu. Berdasarkan hasil tersebut, bubu dinilai lebih selektif, ramah lingkungan, dan
menguntungkan secara ekonomi. Oleh karena itu, bubu direkomendasikan sebagai alternatif alat tangkap berkelanjutan bagi nelayan di Aceh Jaya.

 Full Text:

PDF
DOI: https://doi.org/10.24815/jkpi.v5i3.28218

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
User

 

Template

Jurnal Amal Pendidikan

Indexed by

  

 
Supporting Tools

 
Open Journal Systems
Journal Help
Language
Journal Content

Browse
  • By Issue
  • By Author
  • By Title
  • Other Journals
  • Categories
Font Size

Information
  • For Readers
  • For Authors
  • For Librarians
Notifications
  • View
  • Subscribe
Creative Commons License
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.