Page Header

  • Home
  • About
  • Login
  • Register
  • Categories
  • Search
  • Current
  • Archives
Home > Vol 4, No 1 > Hasanah
MENU
  • About the Journal
  • Editorial Policies
  • Editorial Team
  • Reviewers
  • Author Guidelines
  • Journal Template
  • Publications Ethic
  • Author Fee
  • Archiving
  • Abstracting/Indexing
  • Screening for Plagiaricm Policy

 
About The Authors

Lailatul Hasanah
Universitas Jendral Soedirman
Indonesia

Mahasiswa Program Studi Manajemen sumberdaya Perairan

Lilik Kartika Sari
Universitas Jendral Sodirman
Indonesia

 eISSN: 2797-3735 
(Online - Elektronik)
No URL 
 ISSN: 2964-7681
(Cetak - Cetak)
No URL

Flag Counter

Identifikasi Sistem Sosial Ekologi (SES) Pada Taman Wisata Hutan Mangrove kota Pariaman, Sumatera Barat

Lailatul Hasanah, Lilik Kartika Sari

Abstract

Kota Pariaman terdiri dari 4 kecamatan , 16 kelurahan dan 55 des. Luas wilayahnya mencapai 66,13 km dan penduduk 88.984 jiwa. Secara astronomis, Kota Pariaman terletak antara 00° 33‘ 00 “ – 00° 40‘ 43“  Lintang Selatan dan 100° 04‘ 46“ – 100° 10‘ 55“ Bujur Timur. Tercatat memiliki luas wilayah 73,36 km2, dengan panjang garis pantai 12,00 km. Luas daratan kota ini setara dengan 0,17% dari luas daratan wilayah Provinsi Sumatera Barat, salah satu ciri dari desa pesisir adalah aktivitas dan hubungan antara sistem alamiah (sumberdaya) dan manusia (sosial ekonomi). Sistem sosial ekologi (SES) atau sistem sosial ekologi (SES) adalah istilah yang lebih umum digunakan untuk menggambarkan desa pesisir. Pada Penelitian ini penulis menggunakan metode pengamatan secara langsung dengan pengambilan data primer berupa observasi partisipasi aktif, wawancara, dokumentasi dan data sekunder yang diperoleh peneliti dari literatur yang sudah ada melalui media perantara, seperti buku dan jurnal, secara langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana sistem sosial ekologi pada taman Wisata hutan Mangrove kota Pariaman. Hutan Mangrove di Desa Apar merupakan salah satu destinasi wisata populer di Pariaman, menghadapi tantangan karena terbatasnya pemahaman dan pengelolaan, sehingga menyebabkan deforestasi. Peran dari beberapa stakeholder dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Apar Mandiri Wisata ini meningkatkan ekonomi masyarakat dengan adanya destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan, serta dapat menciptakan lapangan perkerjaan baru, dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi tersebut sehingga aktivitas yang dilakukan manusia menjadi jembatan sistem sosial ekologi yang bebas terhubung dengan sistem sosial.

 Full Text:

PDF
DOI: https://doi.org/10.24815/jkpi.v4i1.37146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
User

 

Template

Jurnal Amal Pendidikan

Indexed by

  

 
Supporting Tools

 
Open Journal Systems
Journal Help
Language
Journal Content

Browse
  • By Issue
  • By Author
  • By Title
  • Other Journals
  • Categories
Font Size

Information
  • For Readers
  • For Authors
  • For Librarians
Notifications
  • View
  • Subscribe
Creative Commons License
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.