STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BUKIT ARANG DI DESA LONUO, MENGGUNAKAN ANALISIS INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELING (ISM)
Abstract
Penelitian bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan objek wisata Bukit Arang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Structural Modelling (ISM). Metode ini memiliki tiga elemen penting dalam strategi pengembangannya yaitu: elemen aktor, elemen kendala, dan elemen kebutuhan, yang setiap elemennya terdiri dari beberapa sub elemen. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan, wawancara, kuisoner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pemodelan Interpretative Structural Modelling sebagai berikut: Expert atau pakar atau seseorang yang ahli dalam bidangnya, Elemen atau sub slemen atau E, Structural Self Interaction Matrix, Reachability Matrix, Revision Matrix, Final, Diagraph, dan Structure. Hasil analisis menunjukan bahwa lima sub elemen aktor yang berada di level sama, saling mempengaruhi dalam strategi pengembangan wisata Bukit Arang untuk mengatasi kendala utama memiliki daya dorang tertinggi yaitu akses jalan, sumber air, dan elemen kebutuhan yang mempunyai enam sub elemen berdasarkan daya pengaruh yang tinggi sekaligus ketergantungan yang tinggi pula.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Djamhur, M., Boer, M., & Bengen, D. G. (2016). Pemodelan Interpretasi Struktural Pengembangan Kawasan Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Di Teluk Weda Interpretative Structural Modeling Of Coastal And Small Island Development in Weda Bay. Researchgate.Net, 127–140.
Eriyatno. 1998. Ilmu Sistem. Meningkatkan Mutu Dan Efektivitas Manajemen. Bogor: Penerbit Ipb Press.
Kanom. 2015. Strategi Pengembangan Kuta Lombok Sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Tesis. Program Studi Kajian Pariwisata. Universitas Udayana. Retrieved April 21, 2022, from http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-1316-798055528-3.pdf.
Machfud. (2001). Rekayasa Model Penunjang Keputusan Kelompok Dengan Fuzzy-Logic Untuk Sistem Pengembangan Agroindustri Minyak Atsiri. Disertasi. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Marimin, (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Grasindo. Jakarta.
Saxena, J.J., P. Sushil & P. Vrat. 1992. Hierarchy And Classification Of Program Plan Element Using Interpretative Structural Modelling. System Practice Vol 12 (6): 651:670.
Spillane J.J,1987,Pariwisata Indonesia SejarahdanProspeknya, Yogyakarta, Kanisius,150 halaman.
Sujali, 1989. Geografi Pariwisata dan Kepariwisataan. Fakultas Geografi UGM. Yogyakarta.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia.
Yuwana (2010) Analisis Permintaan Kunjungan Objek Wisata Kawasan Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
DOI: https://doi.org/10.24815/jpg.v7i2.27869
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 mohamad arief beu, Fitryane Lihawa, Sri Maryati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indexed By:
ISSN 2541-6936 (Print)| ISSN 2808-2834 (Online)
Organized by Universitas Syiah Kuala
Jurnal Pendidikan Geosfer Published by Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpg
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


_(1).png)
1_(1).png)


.png)
.png)

