Potensi mangrove Avicennia alba sebagai agen fitoremediasi timbal (Pb) dan tembaga (Cu) di Perairan Wonorejo, Surabaya

Rachmawati Rachmawati, Defri Yona, Rarasrum Dyah Kasitowati

Abstract


AbstractOne of the regions in Surabaya which has accumulated the largest pollution levels was the region of Wonorejo. Wonorejo is an area that is used as a mangrove conservation. But,Pb and Cu are heavy metals that have been detected in high concentration in this region. Avicennia albahas been known to have the ability to absorb heavy metals so that mangrove can be used us phytoremediation agent. The purposes of this research were to analyze the concentration of heavy metals (Pb and Cu) in sediments, roots and leaves of Avicennia alba;  to understand the potential of Avicennia albaas an agent of phytoremediation. The result showed that Cu concentration was higher than Pb concentration in sediment, roots and leaves. The concentrations  of Cu were4.13 ppm - 36.95 ppm and Pb between 3.28 ppm - 23.79 ppm. Based on bioconcentration factor (BCF) Avicennia alba was categorize as excluder (BCF<1)  of both heavy metals, but concentration oftranslocation factor (TF) of Pb was categorized phytoexstraction (TF>1) and Cu was categorized phytostabilization (TF<1). The result of the BCF and TF showed that Avicennia alba can absorb heavy metals (Pb and Cu) from the environment, however the mobility of the heavy metals in the mangrove will experience different phytoremediation mechanisms (phytostabilization for Cu; phytoexstractionfor Pb).

KeywordsAvicennia alba, Phytoremediation, Factor Bioconcentration, Factor Translocation, Heavy Metal (Pb and Cu)

 

AbstrakSalah satu kawasan di Kota Surabaya yang mempunyai tingkat akumulasi pencemaran terbesar adalah wilayah Wonorejo. Wonorejo merupakan wilayah yang dimanfaatkan sebagai daerah konservasi mangrove. Namun, Pb dan Cu merupakan logam berat yang terdeteksi dalam jumlah yang tinggi pada wilayah ini.Avicennia alba mempunyai kemampuan menyerap logam berat sehingga mangrove dapat dijadikan sebagai agen fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Pb dan Cu yang terdapat dalam sedimen, akar dan daun Avicennia alba; untuk mengetahui potensi Avicennia albasebagai agen fitoremediasi logam berat Pb dan Cu. Distribusi Pb dan Cu pada sedimen, akar dan daun menunjukkan Cu lebih tinggi dibandingkan Pb yang berkisar 4.13 ppm - 36.95 ppm untuk Cu dan 3.28 ppm - 23.79 ppm untuk Pb. Berdasarkan nilai faktor biokonsentrasi (BCF) maka Avicennia albaterkategori bersifat excluder (BCF<1) untuk kedua logam berat, namun berdasarkan faktor translokasi (TF) Avicennia alba bersifat fitoekstraksi (TF>1) terhadap Pb dan fitostabilisasi (TF<1) terhadap Cu. Berdasarkan hasil perhitungan BCF dan TF maka dapat disimpulkan bahwa Avicennia albamampu untuk menyerap logam berat (Pb dan Cu) yang berada pada dilingkungannya namun mobiltas kedua logam berat pada mangrove akan mengalami mekanisme fitoremediasi yang berbeda (fitostabilisasi untuk Cu ; fitoekstraksi untuk Pb).

Kata Kunci:Avicennia alba, Fitoremediasi, Faktor Biokonsentrasi, Faktor Translokasi, Logam Berat (Pb danCu)


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.13170/depik.7.3.10555

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


.....................................................................................................................................................................................................................................

PUBLISHER ADDRESS:

Faculty of Marine and Fisheries
Universitas Syiah Kuala
Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Indonesia

.....................................................................................................................................................................................................................................

This work  is licensed under a Creative Commons Attribution - 4.0 International Public License (CC BY - 4.0).

Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is accredited by Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Republic of Indonesia starts from Volume 7 Number 3, 2018 based on decree letter (SK) No. 30 / E / KPT / 2019, November 11, 2019 (Sinta  2 Grade)