Effect of Cleaning and Storing on Hatching Time and Hatching Weight of Mojosari Alabio (MA) Crossbred Duck Eggs

Erpan Ramon, Zul Efendi, Nurhaita Nurhaita, Taufik Hidayat, Selma Noor Permadi, Jhon Firison, Andi Ishak

Abstract


ABSTRACT. The hatchability of duck eggs is influenced by handling before the eggs are placed in the incubator. The research was conducted in Bengkulu City from September to October 2021 to determine the effect of cleaning and storage before incubation of MA duck eggs from crossing Mojosari males and Alabio females on hatching time and hatching weight. The research was conducted using a completely randomized factorial design (4x6). The first factor is cleaning with three treatments, namely control or no cleaning (L0); cleaning using two ml/l disinfectant (L1), cleaning using warm water (L2), and cleaning with distilled water (L3). The second factor is the storage time, namely P0= 0 days, P1= 1 day, P2= 2 days, P3= 3 days, P4= 4 days, and P5= 5 days. There were eight repetitions of each treatment. According to the study, there was an average of 96% egg fertility and 87.45% hatchability. There was no interaction effect (P>0.05) between cleaning and storage on egg hatching time. Cleaning with disinfectant or distilled water shortened the incubation time. Cleaning with distilled water without storage resulted in the highest hatching weight of duck eggs (L3P0) but was not significantly different from treatments L0P1, L1P0, L1P3, L1P5, L2P0, L3P0, and L3P3. Hatching weight is influenced by the interaction effect between egg cleaning and storage. 

 

Pengaruh pembersihan dan penyimpanan terhadap waktu penetasan dan berat tetas telur itik persilangan Mojosari Alabio (MA) 

 

ABSTRAK. Daya tetas telur itik dipengaruhi oleh penanganan sebelum telur dimasukkan ke inkubator. Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu pada Bulan September sampai Bulan Oktober 2021 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembersihan dan penyimpanan sebelum inkubasi telur itik MA hasil persilangan jantan Mojosari dan betina Alabio terhadap waktu tetas dan bobot tetas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (4x6). Faktor pertama pembersihan dengan tiga perlakuan yaitu kontrol atau tidak ada pembersihan (L0); pembersihan menggunakan disinfektan 2 ml/l (L1), pembersihan menggunakan air hangat (L2), dan pembersihan dengan akuades (L3). Faktor kedua adalah lama penyimpanan yaitu P0= 0 hari, P1= 1 hari, P2= 2 hari, P3= 3 hari, P4= 4 hari, dan P5= 5 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak delapan kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas telur rata-rata 96% dengan daya tetas 87,45%. Tidak terdapat pengaruh interaksi (P>0,05) antara pembersihan dan penyimpanan terhadap waktu penetasan telur, namun pembersihan dengan disinfektan atau dengan aquades mempersingkat waktu inkubasi. Pembersihan dengan akuades tanpa penyimpanan menghasilkan bobot tetas telur itik tertinggi (L3P0) namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan L0P1, L1P0, L1P3, L1P5, L2P0, L3P0, dan L3P3. Bobot tetas dipengaruhi oleh efek interaksi antara pembersihan dan penyimpanan telur.

Keywords


bobot tetas; daya tetas; fertilitas; fertility; hatchability; hatching time; hatching weight; Itik MA; MA ducks; waktu tetas

Full Text:

PDF

References


Abd El-Hack, M. E., Hurtado, C. B., Toro, D. M., Alagawany, M., Abdelfattah, E. M., & Elnesr, S. S. (2019). Fertility and hatchability in duck eggs. World's Poultry Science Journal, 75(4), 599-608.

Ahaya, R., & Akuba, S. (2018). Rancang Bangun Alat Penetas Telur Semi Otomatis. Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG), 3 (1), 44-50.

Alabi, J. O., Bhanja, S. K., Goel, A., Mehra, M., & Fafiolu, A. O. (2018). Chicken embryogenesis: Influence of egg quality traits on embryo morphology. Indian Journal of Poultry Science 53(3): 324

Arifin, C.S. (2013). Pengaruh Konsentrasi Infusa Daun Sirih (Piper betle Linn.) pada Pencelupan Telur Itik terhadap Daya Tetas dan Kematian Embrio. Jurnal Indon. Trop. Anim. Agric. 26 (4).

Ayuningtyas, G., Martini, R. & Yulianti W. (2020). The potential of cherry leaf extract (Mutinga calabura L) as a sanitary agent for eggshell in the Alabio ducks hatching process. Jurnal Sains Terapan.10(2), 50-61.

Dassidi, N., Moubinou, O., Kouame, Y. A. E., Onagbesan, O., Tona, K., & Lin, H. (2022). Effect of storage duration on the hatching egg quality, embryonic parameters and post-hatch performance of Cherry Valley ducks. Europ.Poult.Sci., 86.

Herlina. B., Haryono. T., Novita. R., dan Novantoro. (2016). Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Ayam Merawang (Gallus Gallus) terhadap Daya Tetas. Jurnal Sain Peternakan Indonesia ISSN 1978-3000. 11 (1). 48 - 57.

Kostaman. T., Kumalawati. D.S., Sopiyana. S., dan Purba. M. (2021). Evaluasi Fertilitas, Daya Tetas, Dan Kualitas DOD Dari Itik Alabimaster, Mojomaster, Dan Mojomaster X Alabimaster. Livestock and Animal Research. Vol. 19(2): 171-177.

Manggiasih, N. N., Garnida D., dan Mushawwir A. (2015). Susut telur, lama dan bobot tetas itik lokal (Anas sp.) berdasarkan pola pengaturan temperatur mesin tetas. Students e-Journal, 4(3).

Mirawati, I., Hidayat, M. N., Asgaf, K., Syam, J., & Thaha, A. H. (2020). Persentase Mortalitas Embrio Burung Puyuh yang Diberikan Ekstrak Daun Mengkudu sebagai Disinfektan Alami dalam Proses Penetasan. Jurnal Ilmu Dan Industri Peternakan, 6(2), 107-114.

Nafiu, L. A., Rusdin, M., dan Aku, A. S. (2014). Daya Tetas dan Lama Menetas Telur Ayam Tolaki pada Mesin Tetas dengan Sumber Panas yang Berbeda. JITRO. 1 (1): 32-44.

Nandhra, I. P., Sudjarwo, E., & Hamiyanti, A. A. (2015). Pengaruh penggunaan ekstrak daun sirih (Piper betle linn.) pada pencelupan telur tetas itik Mojosari terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 25(1), 16-23.

Pereira, G. C., Moreno, T. B., Kuritza, L. N., Moraes, P. O., Rocha, C., Maiorka, A., & Dahlke, F. (2021). Egg storage time affects incubation yield and hatch window in Pekin Ducks (Anas boschas). Brazilian Journal of Poultry Science, 23(4):1-8.

Polana, A. (2018). Beternak Itik Petelur: Produktivitas Hingga 95%. Agromedia. Jakarta.

Rosidi, A. (2018). Pengujian dosis larutan air garam (NaCl/Natrium Chloride) terhadap daya tetas telur itik pedaging hibrida super. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. ISSN 0852-3681. 28 (2) 168 – 17

Salamon, A. (2020). Fertility and hatchability in goose eggs: A review. Int. J. Poult. Sci, 19(2), 51-65.

Sastrawan. I.A., Swacita. I.B.N., dan Sukada. I.M. (2013). Bahan Pembersih Kulit Telur Meningkatkan Kualitas Telur Ayam yang Disimpan pada Suhu Kamar. Jurnal Indonesia Medicus Veterinus ISSN: 2301-7848 Vol. 2(2): 132 – 141

Septiyani, D., Hardi, P., & Warnoto, W. (2016). Pengaruh Sanitasi Dengan Metode Pengelapan Pada Penetasan Telur Itik Menggunakan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Daya Tetas dan Mortalitas Embrio (Doctoral dissertation, Universitas Bengkulu).

Suryadi, Ujang, & Prasetyo, B. (2018) Teknologi Penetasan Telur. PNJ Press (Politeknik Negeri Jakarta), Jakarta. ISBN 978-602-1678-96-1.

Suryana, S. (2013). Pemanfaatan Keragaman Genetik untuk Meningkatkan Produktivitas Itik Alabio. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 32 (3), 30930.

Susanti, T., & Kumalawati, D. S. (2019). Improvement Genetics Through Selection to Increase Production of Alabio and Mojosari Duck Eggs. Proceedings of the National Conference on Animal Husbandry and Veterinary Technology (pp. 564-571).

Susanti. I., Kurtini. T., dan Septinova. D. (2015). Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Fertilitas, Susut Tetas, Daya Tetas Dan Bobot Tetas Telur Ayam Arab. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 3(4): 185-190,

Wakhid, A. (2016). Membuat Sendiri Mesin Tetas Praktis. AgroMedia.

Wicaksono, D., T. Kurtini, K. Nova. (2013). Perbandingan fertilitas serta susut, daya dan bobot tetas ayam kampung pada penetasan kombinasi. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Lampung.

Widianingrum, D., Widjastuti, T., Anang, A., & Setiawan, I. (2020). Comparison Production and Reproduction Performance of Muscovy Duck from Different Regions. Systematic Reviews in Pharmacy, 11(12), 527-533.

Widyaningrum, A. (2012). Pengaruh jenis bahan dan frekuensi penyemprotan terhadap daya tetas, bobot tetas, dan dead embryo telur itik khaki Campbell (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Zakaria, M.A.S. (2010). Pengaruh Lama PenyimpananTelur Ayam Buras Terhadap Fertilitas, Daya TetasTelur dan Berat Tetas. Jurnal Agrisistem (6): 97-103

Zamzamy, S.P., Sudjarwo, E., dan A.A. Hamiyanti. (2014). Pengaruh penggunaan ekstrak daun beluntas (Pluchea less) pada pencelupan telur tetas itik Mojosari terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v24i1.33657

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.usk.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2024 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: jurnalagripet@usk.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations